lufisari.herdianti10's blog

mencari dan memberi yang terbaik

 

pengalaman diving

 

  Jum’at 24 Desember 2010
Rombongan Ndc *sebuah klub diving fpik ipb bersiap menuju muara angke kemudian melanjutkan perjalanan ke pulau pramuka. kami  berangkat dari bogor jam 04.00 dan sampai disana jam 07.00 kemudian menunggu panitia memindahkan peralatan diving ke kapal yang cukup berat dan banyak *hahahaha. Perjalanan ke pulau pramuka kurang lebih memakan waktu 4 jam. di kapal kami tidak mensia-siakan kesempatan untuk mengabadikan view suasana laut di pagi hai yang sangat menaawan.

Sampailah kita di pulauu pramukaaa,,,,,
Rombongan langsung menuju ke penginapan yang tidak jauh dari pantai. Kemudian kita  istirahat,sholat jum’at dan makan siang terlebih dahulu. Setelah itu kita briefing untuk penyelaman pertama.
Penyelaman pertama, meski masih dengan kedalaman 6m tetapi subhanallah..  perasaan takut, tersepona dengan keindahan dan  panik bercampur menjadi satu.Panik karena buddy *teman saat diving karena saat diving kita tidak boleh sendiri dan harus ada yang mengontrol tiba-tiba menghilang karena pemberat tubuh yang digunakan kurang sehingga terbawa arus, hahaha.  Banyak sekali bulu babi disana, meskipun mereka beracun tetapi lucu,hahaha mereka mempunyai 3 mata biru seperti bom yang siap meledak, hahahahhaaha.
Walaupun sudah berlatih di kolam tetapi di laut jauuh berbeda keadaanya dan akhirnya harus beradaptasi lagi. Masalah tekanan menjadi masalah utama karena belum terbiasa dengan kedalaman yang lebih dari 3m seperti kita berlatih di kolam.

hari keduaa,,, :)
kita akan diving dari jam 08.00 sampai 17.00
hari ini kita akan menyelam di kedalaman sekitar 10-15 m. setelah selesai persiapan kita menuju ke lokasi penyelaman dengan menggunakan kapal kecil. Sekitar 15 menit perjalanan kita mulai persiapan turun ke laut. Pemandangan kali ini lebih luar biasaa daripada hari pertama,, banyak terumbu karang yang masih terjaga dan ikan-ikan karang yang mempuyai warna yang sangat indah.. 
terpesona melihat nemo di rumahnya *anemon cuma bisa bengong liatnya, hahahaha seperti anakkecil yang mempunyai mainan baru, hahaha

hari terakhir..
persiapan pulang ke bogooooor.. menyebrangi lautan, hahahahahaha

 

penyesalaan

 

Cerita ini tentang pengalaman praibadi saya. Waktu SMA saya diberi tugas membuat karangan yang menceritakan pengalaman pribadi. Tugas ini di kumpulkan 2 minggu setelah tugas ini diberikan. Saya berpikir, besok 1 minggu sebelumnya saja saya mengerjakan tugas itu. Satu minggu lagi waktu yang di berikan saya gunakan untuk memikirkan tugas yang lain.

Satu minggu waktu yang diberikan sudah berlalu begitu saja. Saya berpikir lagi. Bagaimana bila tugas ini saya kerjakan 5 hari rasanya sangat malas mengerjakan tugas itu karena saya berpikir toh hanya mengarang. Empat hari sebelum hari pengumpulan tugas rasanya masih sangat malas, begitupun tiga hari sebelum hari pengumpulan.

Tibalah pada hari ke dua sebelum tugas dikumpulkan. Saya mulai mengerjakan, tetapi rasanya sulit sekali memulai cerita. Dan saya putuskan untuk menunda lagi tugas itu untuk dikerjakan esok pagi. Esoknya, karena saya bangun kesiangan dan itupun harus pergi sekolah, tugas tersebut masih tertumpuk dan belum terselesaikan.

Sore hari sepulang sekolah saya kerjakan tugas itu. Saya mengarang secara asal-asalan saja. Akhirnya tugas tersebut bisa terselesaikan meskipun yang mengerjakan  tidak dengan sungguh-sungguh. Pagi hari saat sekolah, tugas itu dikumpulkan. Beberapa  hari kemudian tugas pun dibagikan oleh bapak guru. Ternyata tugas saya mendapat nilai terendah di kelas!!.  Seketika itu saya sangat malu deengan teman-teman dan diri sendiri.

Saat itu juga saya berjanji pada diri sendiri untuk tidak menunda pekeerjaan dan harus selalu bersungguh-sungguh dalam melakuklan apapun agar hasil yang diterima bisa maksimal.

 

sosok yang ku banggakan

 

Seorang perempuan yang terlahir 40 tahun lalu, yang telah dikaruniai dua orang anak perempuan dan laki-laki. Sejak sebelas tahun lalu beliau telah ditinggal suaminya menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa karena sakit lever. Saat itu beliau merasa sangat terpukul dan sempat merasa depresi berat. Berpikir bagaimana menjalani kehidupan seorang diri tanpa seorang suami, sedangkan beliau masih mempunyai dua orang anak. Anak perempuan pertama masih duduk di kelas 2 Sekolah Dasar, sedangkan anak bungsu masih Taman Kanak-kanak.

Seiring berjalanya waktu karena dukungan dari keluarga dan juga dari banyak pihak, beliau bangkit kembali dari keterpurukanya. Mengasuh dan menghidupi kedua anaknya dengan sepenuh hati. Menjadi seorang ibu dan seorang Bapak untuk anak-anaknya. Kadang beliau bisa menjadi sangat keras pada anaknya saat anaknya tidak menurut padanya. Tapi beliau juga bisa menjadi sangat lembut bagi kedua anaknya.

Bagiku beliau adalah seorang wanita yang tangguh dan tegar, Dalam benak ku aku ingin menjadi seorang sepertinya, seorang yang tak kenal menyerah dan tak pernah mengeluh. Selalu bersemangat dalam menjalani hidup. Sosok  yang tak pernah menyerah dan tegar itu adalah ibuku. Semoga beliau selalu memberi kehangatan untuk kami anak-anaknya. Dan selalu melindungi kami.

 

welcome to luffi’s blog !! ^0^

 

ini blog ptama akuu d ipb lhoo.. 😉

i hope all of u like it..